Metode budidaya ikan gabus di kolam terpal

Metode budidaya ikan gabus di kolam terpal
Budidaya ikan gabus di kolam terpal – 10 tahun yang lalu memang ikan gabus sangat melimpah khususnya di rawa –rawa tapi dengan berkembangnya waktu dan perkembangan di masyarakat semakin bertambah akibatnya banyak sungai- sungai yang tadinya banyak ikan gabus di sana mulai kini berkurang, penyebabnyapun bermacam-macam ada yang di jadikan lahan baru untuk persawahan ada juga yang habis karna sering di oabat, akibatnya ikan banyak yang mati.

Ikan gabus adalah jenis ikan yang mempunya banyak fungsi sebagai kesehatan salah satunya sebagai penyembuh luka dan ada banyak lain manfaat ikan gabu bagi kesehatan itu sebebnya ikan gabus semakin di gemari dan banyak di cari.

Tapi karena kondisi alam yang tidak memungkinkan dan ikan gabus semakin menipis di alam maka jalan satu-satunya adalah dengan  jalan budidaya ikan gabus, ada teknik budidaya ikan gabus yang tidak terlalu membutuhkan modal yang cukup besar yaitu dengan pembuatan kolam menggunakan terpal.

Sebelum kita mengetahui teknik budidaya ikan gabus degan kolam terpal ada baiknya kita mengetahui dulu perbedaan ikan gabus jantan dan ikan gabus betina,

Ciri  ikan gabus jantan : di tandai dengan bentuk kepala oval dengan memiliki ciri warna tubuh yang sedikit gelap selain itu ada ciri lain yaitu pada ikan gabus jantan memiliki lubag di bagian genital memerah dan mengelurkan cairan benih bila di pijat.

Ciri ikan gabus betina :  pada ikan gabus berttnya biasanya di tandai kepala yang agak bulat dengan warna tubuh kontras agak terang selain itu juga pada ikan gabus betinya mempunyai tubuh agak besar  dan tekstur tubuh agak lembek bila di pegang  yang paling meninjiol ada alh bila di urut perutnya nanti kana mengelurka telur.

Setelah kita mngetahui ciri ikan gabus jantan dan betina yang kita lakukan pada proses budidaya menggunakan kolam dari terpal adalah proses  pemijahan ikan gabus,  ada beberapa tahapan yyang di lakukan untuk pemijahan ikan gabus yaitu dengan mempersiapkan bak beton dengan ukran 7 x4 meter dengan kedlaman kolam 2 meter setelah kolam di persiapkan karna masih kondisi baru sebaiknya kolam di biarka mengering dahulu kurang lebih selama 3-4 hari baru setelah di biarka kolam tersebut bisa di isi air dengan volume air sampai batas 50 cm kemudia pada bagian atas agar kolam terasa dingin bisa di gunaka eceng gondok sebagai penutup air di kolam, karna sifat alami ikan gabus adalah suka tempat yang dingin.

Pada proses pemijahan bisa di masukkan ikan gabus jantan dan betina masing-masing 30 ikan dan proses pemijahan sebaiknya di lakukan secara alami bila sudah terjadi pemijahan dan sudah mulai keluar telur sebaiknya telur buruan di bawa menggunakan sekupnet halus dan sekarang telur siap untuk menetas.

Pastikan anda selalu mengontrol kolam pada proses pemijahan ini dan pemberian makanan harus rutin agar telur yang di hasilkan tidak sampai di makan oleh ikan tersebut, pada prose pemijahan ikan betina akan meghasilkan telur kurang lebih 10,000-11,000 butir.

Tahapan proses penetasan- setelah telur di hasilka dari ikan gabus dan lalu di pisahkan tahapan selanjutnya adalah proses penetasan telur ikan gabus, proses penetsan telur ikan gabus bisa di lakukan dengan wadah akuarium dengan ukuran 65 x 45 x 34 sebelum di pergunakan untuk proses penetasan telur sebaiknya kolam dikeringkan dan biarkan kering selama 2 hari, lalu bisa di isis air kuarang lebih dengan ketinggian 40 cm, gunakan 2 poin aerasi akuarium pemanas sampai air mencapai suhu  28 derajat .

Untuk kepadatan telur  ± 65 butir / cm² biarka proses penetasan terjadi, ; pada proses penetasan telur ikan gabus memebutuhkan masa waktu hingga 24 jam ini di sebabkan karena larva ikan gabus sudah di legkapi dengan stock makanan selama 2 hari setelah larva ikan gabus menetas kiat tidak perlu memberi makanan karna sudah tersdia pada setiap larva ikan gabus.

Pemilihan larva ikan gabus- setelah proses penetasan terjadi tahap selanjutnya adalah proses pemilihan larva ikan gabus pada proses  ini sebaiknya anda memasukkan larva ikan gabus dengan kepadatan 5 larva per 1 liter air pada tahapan pemeliharaan ikan gabus di bagi menjadi 2 macam :
Pada larva yang berumur 2 hari sebaiknua larva di beri makanan naupili artemia dengan pemberian pakan sebanyak 3 x sehari.

Dan pada larva yang sudah berumur 5 hari sebaiknya ada makanan tambahan untuk larva yaitu daphina pemberin makan selama 3x sehari.

Makanan bisa di ganti menggunakan putih telur pada larva ini,

Pemelihaan ikan gabus menggunakan kolam terpal
Pada tahap ini adalah proses tahap akhir yaitu proses pembibitan yang di lakukan dengan menggunakn kolam dari terpal, tahapan di mana ikan sudah mudah untuk di kembang biakan untuk di besarkan di jadikan konsumsi, pada proses pembuatan kolam  siapkan kolam terpal dengan ukuran 2m-5m  dan biarkan kolam terpal mengering selama 1 minggu setelah proses ini dilakukan tahapan yang selanjutnya adalah dengan memberikan tambahan tanah dari kotoran hewan stebal 30cmdan pupuk kapur dolomid dan selanjutnya di biarkan kurang lebih selama 3 hari agar pupuk kapur bisa
larut di dalam tanah, hal ini di lakukan agar menghasilkan makanan alami untuk ikan gabus nantinya dari campuran kotoran hewan dan kapur akan menghasilkan plagton-plangton sebagai makanan almi ikan gabus dan beberapa kutu dan lumut.

Setelah proses ini selesai lalu proses tahapan pemberian air dengan kedalam kolam kurang lebih 50-100 cm dan rendam kurang lebih selama 1 minngu biarkan airnya tenag dan tidak di alirkan.

Tahapn selanjutnya dalah proses penebaran benih ikan gabus, proses penebaran ikan gabus dilakukan bila kolam sudah di biarkan selama 2 minggu dan sebaiknya ikan gabus di tebar pada pagi atau sore hari dan selanjutnya ikan gabus di barkan dan jangan di beri pakan terlebih dahulu biarka selama 2 hari selanjutnya pemberian pakan dengan menggunakan pelet.

Teknik pemberian pakan- pada prose pemberian pakan ikan gabus masih sama menggunakan pelet khusus ikan gabus bila ada bisa juga menggunakan pelet yang di gunakan untuk lele, ada beberapa campuran  yang di gunakan yaitu pemberian makan lain seperti ikan teri, yayap dan ampas dapur.
Ada metode pembuatan pelet yang bisa di gunakan untuk pakan ikan gabus yaitu dengan campuran ikan teri 20% dedek 50%  ampas tahu 10 % dan juga jagung 10% semua campuran di rebus dan di campur menjadi 1 selanjutnya proses pengilalingan pakan tadi dan lalu pakan di keringkan hingga kering.
Karena ikan gabus bersifat kanibal sebaiknya proses pemberian pakan secara rutin dan juga jangan sampai telat hal ini untuk mencegah agar ikan yang lemah tidak di makan oleh ikan yang kuat.

Tahapan pemanenan ikan- pada tahapan akhir ini yang kita lakukan adalah pada proses tahapan pemanenan ikan gabus, kebutuha ikan gabus di pasaran angatlah beragam jadi kita bisa memilih umur berapa yang akan kita panen, inilah kelebihan ikan gabus untuk di budidayakan.




Loading...

Sign out
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai
How to style text in Disqus comments Top Disqus Commentators
  • To write a bold letter please use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write a italic letter please use <em></em> or <i></i>.
  • To write a underline letter please use <u></u>.
  • To write a strikethrought letter please use <strike></strike>.
  • To write HTML code, please use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>.
    And use parse tool below to easy get the style.
Show Parse Tool Hide Parse Tool

How to get ID DISQUS - https://disq.us/p/[ID DISQUS]

strong em u strike
pre code pre code spoiler
embed

4 Comments Add Comment

keren nih blog, buat budidaya hewan" ada disini :D

Balas
Add Comment

Show Parse Tool Hide Parse Tool